Rahasia Sukses Usaha Pembibitan Ayam Kampung Secara Modern

Diposting pada

pembibitan ayam kampung

Ayam kampung adalah jenis unggas yang banyak dikenal masyarakat, karena banyak dipelihara atau dibudidaya disekitar tempat tinggal.

Ayam kampung mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan unggas jenis lainnya, yaitu seperti rasa serta kulaitas dagingnya, memiliki daya tahan tubuh yang tinggi, lebih cepat beradaptasi , dan mampu bertahan hidup didaerah tropis.

Kebutuhan masyarakat akan ayam kampung hingga saat ini belum terpenuhi, sehingga budidaya ayam kampung adalah merupakan peluang pasar yang besar.

Peluang usaha lainnya yang masih berhubungan dengan ayam kampung, dan mempunyai prospek yang menjanjikan adalah usaha pembibitan ayam kampung.

Pasokan bibit ayam kampung masih sering menjadi kendala yang sering dialami oleh para peternak ayam kampung, karena hingga saat ini masih jarang sekali masyarakat yang menekuni usaha pembibitan ayam kampung.

Usaha pembibitan ayam kampung tujuannya adalah untuk menyediakan bibit-bibit ayam yang berkualitas, dan apabila anda berminat menekuni usaha ini ikuti langkah-langkah berikut;

Baca disini: Artikel atau pembahasan yang anda cari

Panduan usaha pembibitan ayam kampung untuk pemula

1. Memilih lokasi

Untuk memulai usaha pembibitan ayam kampung yang pertama harus ditentukan adalah, memilih lokasi yang sesuai dengan karakter ayam kampung, yaitu lokasi yang memiliki pelataran serta tumbuh rerumputan sebagai makanan alami ayam kampung.

Kemudian menyiapkan kandang serta peralatan yang di perlukan seperti tempat makan, minum, serta obat dan vaksin.

Kandang untuk pembibitan yang harus dipersiapkan ada tiga yaitu; kandang untuk pejantan, kandang untuk induk betina, dan kandang untuk anak ayam yang baru menetas (DOC).

2. Memilih indukan

Pilihlah induk yang berkualitas, yang bukan dari satu keturunan atau masih keturunan dekat, hal ini bertujuan untuk menghindari cacat pada DOC yang dihasilkan nanti.

Jika tujuan kita menyediakan bibit untuk ternak ayam kampung pedaging, maka indukan yang kita pilih haruslah yang mempunyai postur badan tinggi dan besar, dengan tujuan DOC yang dihasilkan mempunyai kualitas yang sama dengan induknya.

Adapun ciri-ciri induk ayam kampung yang bagus adalah;

– Indukan harus memiliki mata yang jernih atau tidak mengalami peradangan,
– Daerah sekitar anus bersih, tidak ada lendir atau bercak putih,
– Bulu ayam harus bersih mengkilap dan tersusun rapi,
– Indukan sehat atau tidak sedang sakit,
– ayam tidak cacak fisik atau dalam keadaan normal.

3. proses perkawinan

pembibitan ayam kampung

Jika ayam belum masuk masa perkawinan atau masih dalam pemeliharaan, kandang ukuran 1 m2 bisa diisi sekitar 4-5 ekor ayam.

Sedangkan untuk kandang proses perkawinan idealnya adalah 1×2 meter, dan dapat diisi 1 ekor pejantan dan 5-7 ekor induk betina, jangan lupa sediakan kotak tempat bertelur, agar telur tidak berserakan dan memudahkan kita saat pengambilan telur.

Untuk anak ayam (DOC) cukup ditempatkan pada kandang berbentuk boks ukuran 1 m2 dan dapat menampung sekitar 40-50 ekor anak ayam.

4. Masa produksi

Ayam jantan biasanya memasuki usia produktif yaitu sekitar umur 12 bulan, sedangkan untuk ayam betina yaitu sekitar umur 8 bulan, induk betina yang bagus biasanya mampu menghasilkan 100-150 butir telur dalam satu tahun.

Selain persiapan lokasi/kandang yang tepat serta bibit yang bagus, yang tidak kalah pentingnya adalah pakan yang diberikan harus mempunyai kandungan nutrisi yang cukup, agar dapat menghasilkan kualitas telur tetas yang bagus.

5. Proses penetasan telur

Jika ayam pejantan dan induk betina sudah melakukan perkawinan, biasanya 3 hari setelah proses perkawinan ayam betina akan bertelur.

Telur-telur yang dihasilkan kemudian di kumpulkan untuk ditetaskan di mesin penetas, sebelum telur ditaruh dimesin penetas, sebaiknya telur disortir terlebih dahulu, yaitu pilihlah telur yang mempunyai ukuran normal dan tidak retak agar tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Telur tetas yang baik beratnya sekitar 40-45 g/butir, dan berasal dari induk yang berumur 1 tahun lebih, suhu ideal pada mesin penetasan telur adalah 38-39°C dengan kelembapan 58-60%,

Pemutaran telur dilakukan 3 kali sehari hingga hari ke-18, bertujuan agar panasnya merata, karena susahnya telur tetas ayam kampung yang berkualitas, jadi saat proses penetasan harus selalu diperhatikan atau dibolak balik secara rutin.

Biasanya telur akan menetas sekitar 21 hari, daya tetas telur ayam kampung menggunakan mesin penetas bisa mencapai 60-80%.

Setelah telur menetas dan menjadi anak ayam (DOC). Anak ayam bisa langsung di jual ke para peternak atau bisa juga untuk dternak sendiri.

pembibitan ayam kampung

6. Bonus

” Kendala yang sering terjadi pada usaha pembibitan ayam kampung adalah sulitnya mendapatkan telur tetas yang berkualitas.

Apabila kita ingin mendapatkan jumlah produksi telur yang banyak, dengan melakukan proses perkawinan induk ayam secara alami. yaitu kita harus menerapkan cara untuk menghilangkan masa mengeram pada induk betina.

Caranya adalah dengan merendam atau mengguyur induk betina dengan air bersih, selanjutnya setelah beberapa hari induk betina akan kawin dan bertelur lagi.

Itulah rahasia pada usaha pembibitan ayam kampung yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat.

Mari belajar budidaya ternak, TERIMA KASIH.

(Visited 7.306 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Rahasia Sukses Usaha Pembibitan Ayam Kampung Secara Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *