Waspadai 9 Penyakit Yang Sering Menyerang Burung Puyuh

Diposting pada

penyakit yang sering menyerang puyuh

Perlu kita bahwa beternak burung puyuh pernah digalakkan pemerintah sebagai salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber protein hewani yang murah dan mudah.

Sama halnya dengan hewan ternak lainnya, bahwa ternyata burung puyuh juga sering mengalami berbagai serangan penyakit, baik itu yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Dan apabila penyakit-penyakit tersebut kita biarkan tentu akan mengganggu pertumbuhan serta produktifitas hewan ternak, yang dapat mengakibatkan kerugian.

Pentingnya mengetahui jenis-jenis penyakit yang biasa menyerang hewan ternak puyuh adalah untuk mengantisipasi atau melakukan penanganan secepatnya bila melihat gejala-gejala yang timbul pada hewan ternak tersebut.

Penyakit yang sering menyerang puyuh

Baca juga artikel terkait:

Adapun beberapa penyakit yang paling sering menyerang burung puyuh adalah sebagai berikut:

1. Stress

Penyakit stress merupakan penyakit yang tidak menular, namun penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang paling sering menyerang puyuh.

Puyuh yang mengalami stress biasanya disebabkan oleh pergantian cuaca yang ekstrem, adanya suara-suara yang mengagetkan, perubahan ransum pakan, air minum yang tercemar, serta kondisi kandang yang tidak nyaman, yaitu seperti sering dimasuki orang yang tidak dikenal.

Cara mengatasinya adalah dengan membuat kondisi kandang menjadi nyaman, seperti lokasinya jauh dari sumber kebisingan, serta manajemen pemeliharaan yang tepat.

2. Newcastle Disease (ND) dan tetelo

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang berbahaya, tanda-tanda apabila puyuh terserang ND atau Tetelo adalah puyuh kesulitan bernafas, sering batuk atau bersin, terdengar suara ngorok, matanya terlihat sayu dan lesu, sayapnya terkulai kebawah, serta fasesnya encer berwarna kehijauan.

Cara mencegah penyakit ND atau Tetelo pada puyuh adalah dengan memberikan vaksinasi pada DOQ umur 7 hari, penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan puyuh yang sakit, serta dari bangkainya.

Cara penularannya bisa melalui alat pencernaan dan pernafasan, serta peralatan kandang yang terkontaminasi kotoran, atau tidak terjaga kebersihannya.

Maka dari itu usahakan selalu menjaga kebersihan kandang dan sarana lainnya, segera pisahkan ayam yang sakit, serta bakar apabila ada puyuh yang mati karena virus tersebut, sebab belum ada obat untuk penyakit ini.

3. Radang usus

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang membentuk spora dan menyerang usus sehingga mengakibatkan peradangan.

Gejalanya yaitu seperti: Burung puyuh terlihat lesu, nafsu makannya berkurang, bulunya tampak kusam, serta kotoran atau fasesnya encer, penyakit ini juga dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan kotoran puyuh yang sedang sakit.

Tindakan pencegahan yang harus anda lakukan adalah dengan memperbaiki manajemen pemeliharaan, seperti membuat sirkulasi udara lancar, populasi tidak terlalu padat, serta selalu menjaga kebersihan kandang dengan baik.

4. Dobolen

Penyakit dobolen (prolapse) pada puyuh biasanya disebabkan karena kebanyakan dalam memberikan pakan yang mengandung protein kasar, atau puyuh bertelur belum pada waktunya, akhirnya menyebabkan keluarnya saluran pencernaan dari kloaka.

Jadi usahakan jangan terlalu berlebihan dalam memberikan pakan yang memiliki kandungan protein kasar serat metabolisme, karena bisa menyebabkan dobolen bahkan sampai pada kematian.

5. Berak kapur

Penyakit berak kapur (berak putih) disebabkan oleh bakteri, yang ditandai dengan kotorannya encer berwarna putih, nafsu makan menurun drastis, puyuh sulit bernafas, sayapnya menggantung, serta bulunya terlihat kusut.

Cara mencegahnya adalah dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan peralatan kandang yang digunakan, penyakit ini juga dapat menular melalui makanan atau minuman, serta peralatan kandang yang kurang terjaga kebersihannya.

6. Berak darah

Penyakit berak darah pada puyuh juga disebabkan oleh bakteri parasite, ciri utama puyuh yang terkena penyakit berak darah antara lain; jengger terlihat pucat, terlihat bercak darah pada feses, nafsu makan tidak ada.

Biasanya puyuh yang mati akibat penyakit ini akan terlihat bercak darah di seluruh organ tubuhnya, terutama di bagian paha dan dada.

Untuk pencegahannya pastikan kondisi litter dalam keadaan kering, sesering mungkin membolak balikkan litter atau minimal dua kali seminggu, serta usahakan populasi puyuh dalam keadaan normal, dan sirkulasi udara lancar.

7. Cacar unggas

Penyakit cacar unggas disebabkan oleh virus, biasanya puyuh yang terserang penyakit ini ditandai timbulnya papula kecil berwarna kelabu di kulit tidak berbulu, keropeng, dan berdarah, serta bercak kuning pada selaput lendir pada mulut, atau penyumbatan pada hidung.

Penyakit ini dapat ditularkan secara langsung melalui kontak dengan luka di kulit atau bisa juga secara tidak langsung yaitu melalui udara, serta makanan yang tercemar virus tersebut.

Untuk mencegahnya anda dapat melakukan vaksinasi dipteria serta memisahkan puyuh yang terserang penyakit ini.

8. Quail Bronchitis

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang gejalanya adalah puyuh kelihatan lesu, bulunya kusam, suka menggigil, kesulitan bernafas yang disertai batuk dan bersin, mata serta hidungnya terkadang mengeluarkan lendir.

Cara mencegahnya adalah dengan memastikan sirkulasi udara lancar, populasi kandang yang tidak terlalu padat, selalu menjaga kebersihan kandang dengan baik, serta memisahkan puyuh yang terjangkit penyakit ini.

9. Aspergillosis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur, gejalanya adalah seperti : puyuh tidak mau makan atau minum, puyuh malas bergerak atau mengantuk, susah bernafas, dan apabila masuk pada selaput lendir pada mata, maka mata akan tertutup cairan kental berwarna kuning.

Untuk pencegahannya anda harus membersihkan kandang secara rutin, jangan menyimpan pakan terlalu lama agar tidak tumbuh jamur, dan jangan mencampur makanan basah dengan makanan kering yang apabila tidak habis dapat menimbulkan jamur.

Kesimpulan: “Dalam usaha ternak puyuh, syarat paling utama untuk mencegah datangnya serangan penyakit pada puyuh adalah selalu menjaga kebersihan kandang dengan baik dan secara rutin.

Berikan vaksinasi tepat pada waktunya, serta pengontrolan penyakit pada puyuh sesering mungkin dan apabila ada gejala atau tanda-tanda puyuh kurang sehat, maka segera lakukan penanganan yang sesuai.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang beberapa penyakit yang sering menyerang puyuh, semoga bermanfaat dan dapat menambah ilmu serta wawasan, semoga sejahtera para peternak Indonesia, TERIMA KASIH.

(Visited 176 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *