Pemula Wajib Tahu!!!.. Kendala yang Sering Terjadi Dalam Beternak Bebek

Diposting pada

kendala beternak bebek


Dalam setiap usaha tentu akan mengalami yang namanya masalah/kendala, begitu pula dalam usaha ternak bebek, juga memiliki beberapa kendala yang sering terjadi.

Tujuan mengetahui kendala yang biasa terjadi dalam dunia usaha adalah untuk meminimalisir atau segera mengatasi kemungkinan-kemungkinan tersebut jika sewaktu-waktu terjadi.

Usaha peternakan bebek/itik sudah lama dikenal oleh masyarakat kita, namun sayang produktifitas, dan pertumbuhannya masih berjalan lamban, dikarenakan adanya Kendala-kendala yang sering terjadi seperti berikut:

Baca disini: Artikel atau pembahasan yang anda cari

Faktor penyebab kegagalan beternak itik/bebek

Para pemula biasanya akan kebingungan disaat mengalami masalah dalam usahanya, dan berikut ini masalah yang biasa terjadi dalam beternak bebek dan cara mengatasinya.

1. Pemeliharaan masih dilakukan secara tradisional

Jika bebek dipelihara secara tradisional, tentunya memerlukan lahan yang luas, sebagai tempat umbaran (angon bebek), dan membutuhkan tenaga sebagai pengembala bebek.

Kesehatan dan pertumbuhan bebek sulit dikontrol, bebek lebih mudah diserang binatang predator lain, dan terkadang telur bebek bercecer dimana-mana sehingga sulit untuk mengumpulkannya.

Cara mengatasinya

Sebaiknya ternak bebek anda lakukan secara modern, yaitu dengan menyiapkan kandang dan tempat umbaran, agar memudahkan dalam pengawasan serta mudah untuk mengumpulkan telur yang dihasilkan bebek tersebut.

2. Sulitnya mendapatkan bibit unggul

Bibit unggul adalah bibit yang mempunyai kualitas bagus serta mampu berproduksi secara maksimal, sulitnya untuk mendapatkan bibit yang unggul juga sering menjadi kendala dalam usaha ternak bebek, sehingga para peternak sering dirugikan karena bebek tidak mampu berproduksi secara maksimal.

Cara mengatasinya

Untuk mendapatkan bibit bebek yang berkualitas anda bisa bergabung dengan kemitaraan/koperasi tani, atau bisa juga membeli langsung dari penjual/peternak yang sudah terpercaya agar tahu silsilah keturunan bebek tersebut.

3. Pengetahuan tentang ternak masih minim

Banyak para pemula yang terjun kedunia peternakan hanya bermodalkan nekat atau sedikit pengetahuan, sehingga sering gagal/gulung tikar ditengah jalan, karena kebingungan saat menghadapi masalah/kendala.

Cara mengatasinya

Persiapkan ilmu dan teruslah belajar untuk menambah pengetahuan/sharing dengan para peternak yang lebih senior, atau bisa juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah ataupun swasta.

4. Biaya pakan yang mahal

Mahalnya biaya pakan untuk itik juga sering membuat para peternak pemula yang modalnya pas-pasan balik arah, dan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan usaha tersebut.

Cara mengatasinya

Sebenarnya untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal memang harus memberikan pakan/ransum buatan pabrik yang telah teruji kandungan nutrisinya, namun jika modal kita yang sedikit serta baru memulai usaha ini dengan sekala kecil.

Sebaiknya anda bisa mengakalinya dengan mengoplos/mencampur pakan buatan pabrik dengan bekatul atau kacang-kacangan, serta memberikan pakan tambahan berupa pakan hewani seperti keong, bekicot, cacing atau yang lainnya.

5. Ternak terserang penyakit

Sama halnya dengan hewan ternak lainnya, bebek juga bisa saja terserang penyakit, baik itu penyakit menular atau penyakit yang tidak menular.

Cara mengatasinya

Segera pisahkan bebek yang terserang penyakit agar tidak menular pada bebek lainnya, dan secepatnya lakukan penanganan. Dan untuk mengetahui penyakit-penyakit bebek, tunggu artikel saya selanjutnya.

Kesimpulan: “Intinya dalam semua usaha kita dituntut untuk terus belajar mengikuti perkembangan secara teknis ataupun dengan teknologi yang semakin maju, agar mendapatkan hasil yang maksimal serta produk yang berkualitas.

Demikianlah pembahasan tentang kendala yang sering terjadi dalam usaha budidaya bebek, baik bebek petelur ataupun bebek pedaging, semoga bermanfaat dan jangan lupa like and share artikel ini, TERIMA KASIH.

(Visited 2.107 times, 13 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *