Burung Puyuh Hutan – Mari Kita Mengenal Habitat, Makanan, dan Ciri-cirinya

Diposting pada

burung puyuh hutan

Burung puyuh hutan atau kalau di Indonesia lebih dikenal dengan burung puyuh gonggong, sedangkan untuk di Malaysia dikenal dengan sebutan burung puyuh tanah.

Meskipun sama-sama memiliki nama puyuh, namun untuk jenis burung yang satu ini, sangat jauh berbeda dengan burung puyuh yang biasa dibudidaya/diternak untuk dimanfaatkan telur dan dagingnya.

Perbedaannya terletak pada suara dan warna bulunya yang lebih cantik serta karakternya yang unik, yaitu untuk burung puyuh hutan betina biasanya lebih agresif, sehingga banyak dijadikan sebagai burung aduan.

Baca disini: Artikel atau pembahasan yang anda cari

Habitat Burung Puyuh Gonggong

Habitat asli dan tempat berkembang biak burung puyuh hutan adalah di hutan-hutan atau pegunungan pada ketinggian 1.000-3.000 meter diatas permukaan laut.

Di alam liar, biasanya burung puyuh jantan akan membangun sarang berbentuk kubah dari alang-alang, daun, atau ranting kering.

Sarang biasanya ditempati burung puyuh betina untuk bertelur dan mengerami telurnya dengan dijaga ketat oleh pejantan, dan rata-rata telur puyuh betina sekitar 3-5 butir.

Burung puyuh hutan terkadang bisa kita jumpai ditempat terbuka, jika mereka sedang mencari makan, atau mengembara melintasi hutan dengan kelompok kecil/berpasangan.

Makanan Burung Puyuh Hutan

Makanan dari burung puyuh hutan adalah biji-bijian, serangga dan binatang kecil, serta bunga dan daun.

Untuk di Indonesia sendiri memiliki beragam jenis burung puyuh gonggong yang tersebar di beberapa daerah, tetapi disetiap daerah memiliki warna penampilan yang berbeda-beda walaupun pada umumnya warnanya tetap terlihat cantik.

Sedangkan untuk suaranya tidak jauh berbeda, yaitu suara gonggongan yang merdu dan sudah menjadi ciri khas dari burung puyuh tanah itu sendiri.

Ciri-ciri burung puyuh tanah

Untuk ciri-ciri fisik burung puyuh hutan jantan dan betina mirip atau sama, hanya saja burung puyuh betina lebih suka berantem atau lebih agresif.

Burung puyuh hutan banyak di pelihara oleh masyarakat sebagai burung hias yaitu dengan postur tubuh sedang dengan panjang sekitar 26 cm, warna bulu abu-abu bergaris hitam pada bagian punggung, ekor, dan dada.

Untuk kepala dan kalung dilehernya berwarna jingga kemerahan, sedangkan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan, serta sayapnya berwarna coklat bergaris dan berbintik hitam.

“Saat ini burung puyuh hutan atau burung puyuh gonggong sulit untuk kita jumpai dan sudah masuk daftar hewan hampir punah.

Dikarenakan kerusakan habitat asli untuk tempat tinggal dan berkembang biak, yaitu sebagai alih fungsi lahan ataupun adanya pemburuan secara liar, sehingga keberadaannya semakin terancam.

Itulah sedikit ulasan mengenai burung puyuh hutan, yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat dan anda semakin menyayangi lingkungan seperti hutan dan penghuninya, agar kelestariaanya tetap terjaga, TERIMA KASIH.

(Visited 7.945 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *