Panduan Lengkap Cara Ternak Kambing Potong yang Menguntungkan Secara Modern

Diposting pada

cara ternak kambing


Tentu anda pernah dong makan daging kambing?!…
Tapi tahukah anda bagaimana cara mamelihara kambing itu sendiri?….

Artikel ini akan membantu anda mengetahuinya dan bisa langsung praktek setelah membacanya, karena banyaknya peminat daging kambing dan permintaan pasar yang terus meningkat.

Maka dari itu berternak kambing bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan, dan bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan utama ataupun penghasilan tambahan, selain itu ternyata ternak kambing juga lebih menguntungkan dibanding ternak sapi.

Cari disini: Artikel atau pembahasan yang anda butuhkan

Keuntungan budidaya kambing potong

a. Biaya operasional lebih kecil

Karena postur kambing lebih kecil, tentu biaya operasionalnya pun lebih kecil, yaitu biaya untuk tempat dan pembuatan kandang, biaya membeli bibit, serta biaya perawatan dan pakan.

b. Perawatan lebih mudah

Jika anda sudah mengetahui caranya, tentu perawatan ternak kambing lebih mudah dibanding dengan ternak sapi.

c. Masa panen lebih cepat

Dalam usia 10 bulan kambing potong sudah bisa dipanen.

d. Untung lebih besar

Jika dikalkulasi dalam satu tahun untungnya lebih besar, karena selain daging dan susunya, kotoran kambing juga bisa dijual sebagai pupuk kandang.

e. Pembibitan mudah

Untuk bibit yang selanjutnya tidak perlu beli atau keluar biaya lagi karena anda bisa mengembang biakkan atau mengawinkannya sendiri.

Itulah beberapa keuntungan ternak kambing jawa atau kambing gibas yang sangat menggiurkan, apakah anda masih berminat untuk budidaya ternak kambing?,,, jika iya ikuti langkah-langkah berikut ini:

Cara ternak kambing potong lengkap bagi pemula

1. Persiapan kandang

cara ternak kambing

Untuk membuat kandang kambing yang perlu diperhatikan adalah: kandang harus kuat, aman dan nyaman bagi sikambing, serta memudahkan kita dalam perawatan dan pengawasan.

Usahakan lokasinya paling tidak berjarak 10 meter dari tempat tinggal, tujuanya untuk menghindari bau yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Pada umumnya kandang yang sering digunakan dalam beternak kambing secara modern adalah kandang berbentuk panggung, yaitu jarak antara tanah ke lantai sekitar 1-2 meter.

Dinding dan lantai bisa dibuat menggunakan kayu dibuat seperti pagar, sedangkan untuk atapnya harus memakai bahan yang dapat menyerap panas, contohnya asbes atau genteng dari tanah, supaya kambing tidak kepanasan saat siang hari.

Ukuran kandang dapat disesuaikan dengan jumlah kambing, atau apabila anda ingin memelihara kambing secara terpisah, bisa membuat kandang ukuran 1,5 x 1,5 meter untuk 1 ekor kambing dewasa, dan ukuran tersebut bisa muat untuk 2 ekor kambing yang baru disapih, atau 2 ekor kambing anakan beserta induknya.

2. Pemilihan bibit

Sebelum kita membahas tentang pemilihan bibit yang bagus, alangkah baiknya jika anda cek dulu disini jenis-jenis kambing pedaging yang ada di Indonesia.

Sebenarnya semua jenis kambing bagus untuk kita budidayakan, tergantung tujuan awal kita ternak kambing ingin menghasilkan daging atau susunya.

Jenis kambing yang populer dan sering dijadikan sebagai kambing potong adalah, kambing kacang (kambing jawa), serta kambing ettawa yang mempunyai dua fungsi yaitu penghasil susu, tapi juga sering dijadikan sebagai kambing potong.

Setelah mengenal jenis kambing yang akan di pelihara barulah kita memilih bibit yang berkualitas, dalam memilih bibit kambing potong yang berkualitas dibutuhkan ketelitian, agar kita dapat focus pada pembentukan daging dan lebih mudah digemukan, serta terhindar dari penyakit.

Ciri-ciri kambing pedaging unggul

  • Usia kambing yang ideal untuk dijadikan bibit dalam penggemukan adalah 8-12 bulan,
  • Mempunyai ukuran badan proposional,
  • Garis pinggang dan garis punggung tulang belakang lurus,tidak melengkung kebawah.
  • Kaki lurus kokoh, serta tumit terlihat tinggi,
  • Memiliki bulu yang mengkilap, dan mata yang bening,
  • Mulut dan hidung tidak berlendir,
  • Bentuk ekor melebar, bukan seperti cambuk serta anusnya bersih (tidak mencret),
  • Dan yang terpenting lagi adalah bibit tidak cacat dan tidak berpenyakit.

Itulah ciri-ciri bibit kambing potong yang berkualitas agar dapat dijadikan acuan dalam memilih bibit.

3. Pemberian pakan

cara ternak kambing

Pakan adalah hal terpenting dalam beternak kambing untuk menunjang proses penggemukan, sedangkan waktu yang dibutuh untuk penggemukan kambing pedaging adalah 3-6 bulan, karena jika lebih dari itu anda tidak akan mendapatkan keuntungan.

Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu dibutuhkan pakan yang dapat mencukupi kebutuhan gizinya.

Adapun pakan kambing biasanya berupa dedaunan hijau yang segar, seperti: rumput, daun lamtoro, daun turi, daun singkong yang memiliki kandungan protein cukup tinggi, serta sayur-sayuran sisa dari pasar.

Tapi sebelum memberikan dedaunan pada kambing sebaiknya daun dijemur terlebih dahulu, sekitar 1-2 jam di bawah terik matahari yang bertujuan untuk menetralkan kemungkinan racun berbahaya yang ada pada daun tersebut, karena jika kambing sampai keracunan, kambing bisa sakit bahkan dapat mengalami kematian.

Selain pakan hijau-hijauan, kambing juga membutuhkan makanan padat seperti konsentrat yang berguna untuk mempercepat penggemukan, dan konsentrat bisa di beli di toko pakan ternak.

Pakan alternative pengganti konsentrat

Untuk konsentrat bisa juga di gantikan dengan menggunakan campuran bekatul, ampas tahu dan ketela pohon yang sudah di cacah, untuk takaranya yaitu 40:40:20 kemudian di aduk rata dan di tambahkan sedikit air.

Cara memberikanya 3 kg campuran diatas untuk 1 ekor kambing dewasa dalam 1 hari, dan bisa diberikan setelah pemberian pakan dedaunan hijau.

Dalam sehari sebaiknya kambing diberi makan 2 kali yaitu jam 8 pagi dan jam 3 sore, setelah makan jangan lupa kambing diberikan minum dengan air bersih, atau air bekas cucian beras yang dicampur dengan sedikit bekatul, setelah itu biarkan kambing istirahat.

4. Pemeliharaan kesehatan

Setelah kebutuhan pakan yang lengkap dan bergizi sudah terpenuhi, selanjutnya adalah perawatan kesehatan untuk kambing.

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah melakukan pencegahan terhadap penyakit yang dapat menyerang kambing, salah satunya adalah menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya.

Yaitu dengan memandikan kambing yang terlihat degil (kotor), tapi untuk memandikan kambing tidak perlu setiap hari, cukup apabila kambing terlalu kotor oleh kotoran kambing itu sendiri.

Kebanyakan kambing yang kotor dikarena fasesnya encer (mencret), apabila terlihat demikian segera pisahkan kambing dan lakukan penanganan, seperti memandikan serta memberikan obat, yang tujuanya agar tidak menular pada kambing yang lain, dan jika kambing sudah sembuh barulah digabungkan kembali.

” Pentingnya menjaga kebersihan kandang, memberikan makanan yang sehat, serta perawatan yang baik, adalah untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas.

5. Perkembangbiakan (reproduksi)

cara ternak kambing

Setelah merawat, serta memelihara dengan baik, dan mendapat hasil yang memuaskan, yaitu semua kambing terlihat gemuk dan sehat-sehat.

Tentunya anda menginginkan hasil yang lebih lagi bukan???…
Iya dong siapa yang tidak mau untung banyak hehehe,,,,
Itulah kebiasaan orang Indonesia!,,
Lalu bagaimana caranya?

Okelah kalau memang sudah tidak sabar, langkung kita lanjut lagi!!!!..

Caranya adalah dengan mengembang biakan sendiri (mengawinkannya), yaitu apabila kambing yang sudah anda rawat tadi umurnya sudah mencapai 10-12 bulan, berarti kambing sudah bisa anda kawinkan.

Tanda-tanda kambing siap untuk dikawinkan

– Alat kelamin kambing terlihat kemerahan dan bengkak,
– Ekornya sering digerak-gerakan,
– Kambing terlihat gelisah,
– Nafsu makan kurang.

Apabila tanda-tanda itu sudah terlihat, segera satukan kambing jantan dan betina dalam satu kandang, agar cepat melakukan proses perkawinan.

Setelah proses perkawinan selesai kambing betina akan mengandung sekitar 5-6 bulan, dan anda tinggal menunggu bayi kambing yang mungil lahir.
Adapun tanda kambing yang akan melahirkan, yaitu kambing sering menggaruk-garuk lantai kandang, serta terlihat gelisah.

Proses kelahiran anak kambing

Saat proses kelahiran anak kambing, anda juga harus turut serta membantu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah anak kambing lahir tentu bahagia dong melihat bayi kambing yang mungil-mungil, dan bertambah lagi penghasilan anda dengan adanya calon kambing dewasa yang bisa dinikmati hasilnya nanti.

Kambing dapat melahir anak sekitar 1-4 ekor dalam sekali melahirkan, dan setelah melahirkan sekitar satu bulan, kambing betina sudah bisa dikawinkan lagi, jika anda merawat kambing dengan baik, kambing bisa melahirkan setiap 7 bulan sekali.

Wow kebayang dong dalam setahun berapa hasil yang akan anda peroleh?!…

Hal penting lainnya yang harus anda perhatikan adalah perawatan untuk anak kambing, apakah sang induk mau menyusui dengan baik atau tidak, jika sang induk enggan menyusuinya, anda harus memberikan susu formula untuk menggantikan susu induknya, agar anak kambing tidak kekurangan gizi.

Biasanya anak kambing akan disapih induknya pada usia 2-3 bulan, dan pada usia 10 bulan kambing sudah bisa dipanen/dijual sebagai kambing potong.

Okelah akhirnya selesai juga artikel ini, silahkan anda baca pelan-pelan dan pahami, kemudian praktekkan, Semoga hasilnya memuaskan, dan apabila belum berhasil, teruslah mencoba, jangan pernah menyerah.

Apabila anda merasa artikel ini bermanfaat, tolong bantu share, agar bermanfaat juga buat orang-orang yang lebih membutuhkan diluar sana.

Mari Belajar Beternak, TERIMA KASIH.

(Visited 2.443 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *