Panduan Ternak Burung Puyuh yang Mudah dan Lengkap bagi Pemula

Diposting pada

 

cara ternak puyuh

Anda pasti tahu dong telur puyuh?… Eh jangan- jangan anda penggemar telur puyuh.,.,.

Jika anda penggemar telur puyuh, Tahukah anda bagaimana cara ternak burung puyuh petelur agar sukses?.

Dalam artikel ini saya akan mencoba mengupas tuntas cara ternak burung puyuh agar sukses bagi pemula, Dan semoga setelah membaca artikel ini sampai selesai anda bisa langsung praktek lapangan.

Burung puyuh adalah burung yang kecil nan mungil, Meskipun puyuh masih termasuk golongan keluarga burung, namun puyuh tidak bisa terbang layaknya burung lain.

Burung puyuh ini di alam bebas biasanya hidup di semak belukar atau di sawah-sawah, orang jawa biasa menyebutnya GEMEK.

Jaman dulu puyuh diburu untuk diambil dagingnya untuk dimasak, Karena terus diburu maka burung puyuh dialam bebas semakin langka, Salah satu cara untuk mempertahankan keberadaannya adalah dengan melakukan penangkaran.

Sebelum kita membahas cara budidaya puyuh, Mari kita cek dulu keuntunganya.

Baca disini: Artikel atau pembahasan yang anda cari

Keuntungan ternak burung puyuh

Keuntungan yang akan kita dapatkan jika membudidayakan puyuh, adalah daging dan telurnya yang dapat kita konsumsi atau kita jual, dan burung puyuh yang telah afkir bisa dijual ke peternak burung puyuh pedaging.

Keuntungan lainnya adalah kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang, Bahkan bisa dijadikan makanan ikan, Karena kotoran burung puyuh diketahui mempunyai kandungan protein yang tinggi.

Ternak puyuh juga bisa dilakukan didekat rumah, Sebab tidak membutuhkan tempat atau pekarangan yang luas jika dibanding beternak ayam petelur.

Dan keuntungan yang terpenting adalah peluang pasar, Karena sampai saat ini belum ada kelompok organisasi atau perusahaan yang memonopoli pasar, Sehingga kesempatan kita untuk bersaing masih terbuka lebar.

Itulah sederet keuntungan yang sangat menggiurkan dalam usaha ternak puyuh.

Sebelum kita terjun bebas kedunia budidaya/ternak puyuh, Hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui kendala atau kemungkinan yang akan terjadi jika kita menekuninya.

Kendala yang sering terjadi saat beternak puyuh

Disetiap bidang usaha ataupun pekerjaan semuanya mengandung resiko…!! Namun sebaiknya kita mengetahui resiko itu, sehingga kita siap menghadapinya dan dapat mengatasinya.

Banyak dari kita yang sering terlena dengan zona nyaman ketika menekuni sebuah usaha, Sehingga lupa bahwa resiko akan selalu mengintai.

Berikut ini factor/kendala yang harus kita ketahui :

1.Lokasi
Pemilihan lokasi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan ternak puyuh petelur.

2.Kandang
Desain kandang juga sangat berpengaruh terhadap kemudahan dan kenyamanan serta produktifitas.

3.Pakan
Pakan mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan ternak puyuh petelur, baik dari segi kualitas ataupun biaya yang harus kita keluarkan.

4.Suhu udara
Factor yang satu ini yang sering dilupakan oleh para peternak pemula, sehingga produktifitas sering tidak stabil dikarenakan suhu ruangan kandang yang tidak stabil.

5.Sterilisasi
Sterilisasi sering kali diabaikan oleh para peternak puyuh petelur, sehingga sering bahkan berulang kali terjadi puyuh terkena virus.

6.Pemasaran
Pemasaran juga merupakan Kendala terbesar yang sering terjadi apalagi untuk pemula.

Itulah kendala yang sering terjadi dalam dunia usaha budidaya, termasuk juga ternak puyuh, Untuk mengatasinya akan saya bahas sekalian langsung bersamaan inti pembahasan sebagai berikut.

Cara ternak puyuh petelur agar sukses

1. Pemilihan lokasi

kandang ternak puyuh

Sebelum kita mulai ternak puyuh kita harus memilih lokasi yang tepat, Karena lokasi merupakan factor utama yang dapat mempengaruhi sukses tidaknya usaha ternak puyuh.

Lokasi yang tepat adalah dekat dengan sumber air bersih, Dapat dijangkau alat transportasi, untuk memudahkan pemeliharaan, pengawasan, serta penjualan.

Lokasi tidak banjir,Jauh dari sumber kebisingan, seperti pasar, pabrik, jalan besar, dan yang lainnya, Tujuanya agar burung puyuh tidak stress dan dapat berkembang biak serta produksi telur maksimal.

2. Persiapan kandang

Persiapan kandang harus dilakukan untuk memudahkan kita dalam pengawasan dan perawatan, Kandang harus kokoh layak dan bernilai tinggi.

Idealnya, kandang puyuh petelur memiliki ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm, Ukuran kandang tersebut akan dapat menampung burung siap produksi hingga 30-35 ekor.

Patokan ini diterapkan karena semakin kecil kandangnya maka akan semakin baik produksi telur burung puyuh.

Ukuran kandang yang terlalu besar akan membuat burung semakin banyak bergerak, Sehingga energi yang dihasilkan dari pakan terbuang percuma.

Untuk memaksimalkan penggunaan tempat, kandang puyuh sebaiknya dibuat secara bertingkat, Jumlah tingkat yang ideal ialah empat tingkat.

Agar puyuh petelur mendapat sirkulasi udara yang baik, Usahakan cahaya matahari dapat langsung masuk kekandang, Gunakan kawat strimin untuk dinding kandangnya.

Untuk rangka dapat menggunakan kayu atau belahan bambu agar menghemat biaya. jika dinding kandang menggunakan bambu, jarak antara bambu harus benar-benar diperhatikan, Jangan terlalu renggang agar puyuh tidak dapat keluar dari kandang.

Alas kandang sebaiknya menggunakan bahan kawat strimin agar kotoran puyuh bisa langsung turun ke tempat penampungan, Supaya kotoran tidak bersentuhan langsung dengan tubuh burung.

Tempat pakan puyuh dapat ditempel didinding luar, dan dibuat memanjang sesuai ukuran kandang, Sementara untuk tempat minumnya bisa diletakkan di samping atau di belakang kandang.

3. Pemilihan bibit

bibit puyuh petelur

Setelah persiapan kandang selesai langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit, Bibit yang bagus tentu akan mendorong produksi telur yang maksimal serta berkualitas.

Untuk membeli bibit yang bagus, Belilah pada tempat penjualan bibit yang sudah terpercaya.

Pilihlah bibit dalam masa produktif yang umurnya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, yaitu sekitar umur 3 minggu, Karena umur juga sangat mempengaruhi hasil produksinya nanti, Hindari bibit yang sudah tua, bibit yang sudah tua tentu produksi telurnya sudah berkurang.

Ciri-ciri bibit puyuh yang bagus

a. Lincah dan aktif bergerak. Jika bibit yang akan kita beli diam saja, kemungkinan sedang terserang penyakit.

b. Bentuk tubuh si burung sempurna, simetris dan anggota tubuhnya lengkap.

c. Warna bulunya cerah dan tidak kusam.
Untuk puyuh petelur tentu yang kita butuhkan adalah bibit yang betina, bukan yang jantan.

Adapun cara membedakannya adalah sebagai berikut

Cara membedakan puyuh jantan dan betina

a. Bibit burung puyuh jantan memiliki benjolan di bagian pantat seperti kelereng. Sementara burung puyuh betina pantatnya tidak ada benjolanya.

b. Bulu dada burung puyuh betina berwarna sawo matang dan terdapat garis atau bercak hitam. Sementara burung puyuh jantan tidak memiliki garis atau bercak hitam.

c. Burung puyuh jantan berkokok, sementara betinanya tidak.

d. Bobot/postur tubuh yang betina lebih besar dari jantan.

Setelah bibit didapat dan sebelum dilepaskan pada kandang ternak, Bibit harus disuntik dulu dengan vaksin ND (Newcastle disease) atau tetelo, Agar bibit tidak stress dan mencegahnya dari penyakit.

4. Pemberian pakan

Pemberian pakan yang baik adalah salah satu kunci utama sukses atau tidaknya peternak puyuh, Karena dengan memberi pakan yang berkualitas tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pakan yang umum diberikan untuk puyuh petelur adalah pellet, atau tepung remah-remah, Pakan diberikan 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.

5. Menjaga suhu ruangan

Suhu ruangan kandang harus selalu terjaga agar mendapatkan hasil produksi yang stabil, Temperature suhu ruangan kandang harus berkisar 20°-25°C, Dengan tingkat kelembaban sekitar 30-80%.

Agar tetap hangat berikan penerangan dengan memakai lampu 25-40 watt pada siang hari, dan 40-60 watt pada malam hari.

Pasang exsaus untuk mengurangi suhu udara panas pada saat matahari terik, Agar suhu udara tetap stabil, dan untuk membuang zat-zat amoniak yang berlebih.

6. Menjaga kebersihan kandang (sterilisasi)

Kebersihan kandang puyuh harus terus dijaga untuk mecegah penyebaran virus dan bakteri jahat, Yaitu dengan cara membersihkan kotoran pada penampungan setiap tiga hari sekali.

Tempat penampungan yang kotor diganti dengan tempat penampungan baru, Dan yang bekas dicuci kemudian dikeringkan, untuk dipasang lagi nantinya.

Selain kebersihan kandang, Lingkungan sekitar juga harus tetap dijaga kebersihan.

7. Masa panen dan pemasaran

telur puyuh tetas

Inilah saat yang kita tunggu-tunggu yaitu saat panen,Tentunya kita bahagia rasanya apabila usaha kita selama ini mendapatkan hasil, Apalagi jika hasilnya sesuai dengan target.

Tapi saat panen pun masih juga ada kendala yaitu dengan pemasaran, Jika panen dengan skala kecil itu adalah suatu hal yang sepele, Karena kita dapat menjual hasil panen pada tetangga sekitar atau menitipkan pada pedagang sayur.

Tetapi jika kita panen dalam skala besar tentu kita akan dibuat bingung sendiri, Dan solusinya adalah kita harus segera mencari tengkulak untuk membeli hasil panen kita, Atau bisa juga kita bergabung dengan koperasi petani untuk mempermudah penjualan hasil panen kita.

Akhirnya selesai juga artikel ini, Apakah anda tertarik dengan usaha ternak puyuh, Jika iya tunggu apalagi segera praktekan agar segera tahu hasilnya.

Apabila ada yang kurang lengkap dengan artikel ini, Boleh tambahkan pada kolom komentar agar lebih bermanfaat.

Mari belajar bersama, TERIMA KASIH.

(Visited 7.553 times, 52 visits today)

2 thoughts on “Panduan Ternak Burung Puyuh yang Mudah dan Lengkap bagi Pemula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *