Ikuti Cara Ini Agar Sukses Beternak Ayam Potong Untuk Pemula

Diposting pada

ternak ayam potong


Ayam broiler atau yang sering disebut ayam potong adalah ayam ras pedaging yang diternak untuk dimanfaatkan dagingnya.

Sekarang ini kepopuleran daging ayam potong broiler sudah mengalahkan hampir semua jenis daging unggas, bahkan sampai mengalahkan daging sapi dan kambing.

Buktinya adalah sekarang ini didaerah-daerah pelosok sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan daging ayam broiler sebagai kebutuhan untuk lauk dan lainnya.

Jadi tidak ada salahnya jika banyak orang yang berminat untuk menekuni usaha ternak ayam potong sebagai sumber penghasilan, namun bagi pemula, ternak ayam broiler tidak boleh dianggap mudah/sepele, karena sudah banyak para peternak ayam potong yang jatuh bangun dengan usaha ini.

Sebelum anda memulai usaha ternak ayam broiler ada baiknya jika anda mengetahui lebih dulu keuntungan serta kelemahannya.

Baca disini: Artikel atau pembahasan yang anda cari

Keuntungan ternak ayam potong

Berikut ini adalah beberapa Keuntungan usaha ternak ayam potong yang sangat menggiurkan, diantaranya:

  • Panen lebih cepat

Karena pertumbuhan ayam broiler yang cepat, tentu dapat lebih cepat dipanen dibanding dengan jenis unggas lainnya, seperti Ayam kampung, Ayam petelur ataupun bebek pedaging, yaitu sekitar 35 hari atau sesuai dengan permintaan pasar.

  • Peluang pasar luas

Jika dilihat dari kebutuhan masyarakat untuk daging ayam potong, sudah pasti peluang pasar lebih luas, karena banyaknya usaha kuliner yang memanfaatkan daging ayam potong sebagai bahan utamanya.

  • Harga daging ayam stabil

Hingga saat ini harga daging ayam potong tetap stabil bahkan cenderung naik dihari-hari tertentu, apalagi saat hari-hari besar seperti tahun baru, hari raya, dan lainnya.

Kelemahan ternak ayam potong

Selain beberapa keuntungan yang menggiurkan dari ternak ayam potong, berikut ini adalah Kendala ternak ayam potong.

  • Membutuhkan modal besar

Beternak ayam potong membutuhkan modal yang lumayan besar, yaitu untuk pembelian bibit (DOC), pembelian pakan, pembelian obat-obatan dan vaksin, biaya pembuatan kandang, gaji pekerja, hingga sewa lahan untuk kandang.

  • Membutuhkan perawatan yang intensif

Ternak ayam potong memang memerlukan pemeliharaan secara intensif, bahkan lebih sulit dibanding beternak ayam kampung atau unggas lainnya.

  • Mudah terserang penyakit dan stress

Ayam potong broiler dikenal lebih rentan terserang penyakit, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun parasite, dan tingkat penyebarannya juga lebih tinggi, selain itu Ayam potong juga mudah stress dan sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangannya yang perlu anda ketahui, dan jika anda masih berminat menekuni usaha ini silahkan coba cara berikut ini agar sukses beternak ayam broiler;

Cara ternak ayam broiler yang menguntungkan untuk pemula

1. Persiapan kandang

Dalam usaha ternak ayam broiler kandang juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan ayam, berikut ini adalah perihal yang harus anda perhatikan dalam membuat kandang agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Yaitu lokasi kandang harus terletak jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, dan usahakan arahnya membujur dari timur ke barat, serta sirkulasi udara lancar.

Jangan lupa sediakan perlengkapan kandang, karena perlengkapan kandang juga memiliki peranan penting untuk menunjang suksesnya beternak ayam potong yaitu seperti: tempat makan, tempat minum, lampu penerangan, dan lainnya.

Sedangkan model kandang yang sering digunakan untuk beternak ayam potong ada dua yaitu:

a. Kandang panggung

Kandang panggung adalah kandang yang lantainya tidak berpijak pada tanah atau seperti panggung, kandang jenis ini sebenarnya cocok untuk ternak ayam pedaging, karena memiliki sirkulasi udara yang baik.

Kelebihan kandang model panggung adalah kotoran ayam bisa langsung jatuh ketanah, kandang terlihat bersih, sehingga amoniak berkurang dan ayam tidak mudah terserang virus atau bakteri.

Akan tetapi pembuatan kandang jenis ini dapat memakan biaya yang cukup mahal dibandingkan dengan kandang bukan panggung.

b. Kandang litter

Kandang bukan panggung (kandang litter) yaitu kandang yang lantainya langsung ditanah dan biasanya dilapisi dengan kulit padi, kandang model ini biaya pembuatanya lebih murah, tetapi anda harus mengganti litternya setiap habis panen.

Kandang model ini sangat cocok digunakan untuk jenis ayam potong pejantan karena sifat ayam potong pejantan lebih suka mencari makan dilantai atau seperti ayam kampung.

2. Pemilihan Bibit

bibit ayam potong

Pemilihan bibit dalam beternak ayam potong juga sangat penting, karena bibit merupakan modal utama dalam usaha ternak, pemilihan bibit yang bagus dapat menentukan hasil yang bagus juga, adapun kriteria bibit yang bagus adalah sebagai berikut:

Ciri-ciri bibit ayam potong yang bagus

  • Bibit (DOC) berasal dari indukan yang sehat,
  • Bulu tampak halus dan penuh serta pertumbuhannya baik,
  • Tidak ada cacat pada tubuhnya,
  • Memiliki nafsu makan yang baik,
  • Ukuran badan normal atau beratnya sekitar 35-40 gram,
  • Tidak ada bekas kotoran/fases pada duburnya.

Itulah beberapa kriteria bibit ayam potong yang bagus yang bisa anda jadikan referensi atau acuan saat membeli bibit (DOC).

3. Pemberian pakan

Ayam potong atau ayam broiller membutuhkan ransum atau makanan yang sangat berkualitas dan dengan jumlah yang relatif lebih tinggi dibanding ransum untuk unggas lainnya.

Pakan untuk ayam potong merupakan biaya pemeliharaan paling tinggi yaitu sekitar 70% dari biaya lainnya, selain itu pakan yang diberikan harus memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan ayam, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Untuk jenis pakan juga harus disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yaitu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) tahap.

Tahap pertama

Tahap ini disebut dengan tahap pembesaran yaitu untuk umur ayam 1-20 hari, pada tahap ini pakan harus mengandung kadar protein minimal 23%.

Tahap kedua

Sedangkan untuk tahap kedua disebut dengan tahap penggemukan, yaitu untuk umur ayam diatas 20 hari, dan pakan harus mengandung kadar protein 20%, Jika anda menggunakan pakan buatan pabrik, biasanya jenis pakan tertulis pada kemasannya.

4. Pemberian vaksin dan vitamin

Vaksinasi harus anda berikan dengan tujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar ayam tidak mudah terserang penyakit, yaitu seperti vaksin ND/tetelo.

Waktu serta cara pemberiannya yaitu pada ayam umur 4 hari dengan metode tetes mata, serta pada ayam umur 21 hari dengan cara disuntikan atau dicampur dengan air minum.

Selain pemberian vaksin, dalam beternak ayam broiler khususnya, pemberian vitamin juga sangat penting, tujuannya untuk menjaga kondisi ayam selalu sehat, menambah nafsu makan, serta mempercepat pertumbuhan, sehingga dapat dipanen sesuai dengan target.

5. Pemeliharaan atau perawatan ayam

Perihal yang dianggap rumit dalam beternak ayam broiler adalah mengenai perawatan atau pemeliharaannya, dan inilah cara merawat ayam potong yang benar.

  • Perawatan ayam untuk minggu Pertama (hari ke 1-7)

Pada saat anak ayam (DOC) baru datang, segera pindahkan ke tempat indukan atau pemanas, serta kondisikan suhu berkisar antara 32-34 derajat celcius.

Berikan air minum hangat dan tambahkan gula merah, tujuannya untuk mengganti energi yang hilang selama perjalanan atau pengiriman.

Baca juga Manfaat gula merah untuk ayam pada artikel yang sebelumnya, dan jangan lupa berikan pakan untuk starter yang berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

  • Perawatan ayam untuk minggu Kedua (hari ke 8 -14)

Perawatan ayam pada minggu kedua masih tetap memerlukan pengawasan seperti pada minggu pertama, akan tetapi untuk pemanasnya sudah bisa dikurangi suhunya, yaitu berkisar antara 29-32 derajat celcius, sedangkan untuk air minumnya sudah bisa anda berikan air dingin mulai pada hari kedua.

  • Perawatan ayam untuk minggu Ketiga (hari ke 15-21)

Pada minggu ketiga pemanas sudah bisa anda kurangi atau matikan saat siang hari yang terik, atau suhu berada sekitar 27-29 derajat celcius.

Jangan lupa pada akhir minggu ketiga atau ketika ayam sudah berumur 21 hari, anda harus memberikan vaksin yang kedua dengan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum.

  • Perawatan ayam untuk minggu Keempat (hari ke 22-28)

Untuk minggu keempat ayam tidak memerlukan pemanas lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat, atau suhu berada sekitar 25-26 derajat celcius, lalu umur 28 hari, anda bisa lakukan sampling berat badan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ayam.

Pada minggu keempat ini kontrol ayam harus anda tinggkatkan, karena pada umur tersebut ayam rentan terserang penyakit.

  • Perawatan ayam untuk minggu Kelima (hari ke 29-35)

Pada minggu kelima yang perlu anda perhatikan adalah tatalaksana lantai kandang, karena jumlah kotoran yang dikeluarkan ayam sudah tinggi, jadi yang perlu anda lakukan adalah pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering.

Ketika ayam berumur 35 hari lakukan sampling/penimbangan lagi, jika pertumbuhan ayam baik, berat badannya bisa mencapai 1,8 – 2 kg, dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen/dijual.

6. Menjaga kebersihan atau sanitasi kandang

Kebersihan kandang harus segera anda lakukan setelah panen, yaitu dengan mencuci kandang hingga bersih dari kotoran,melakukan pengapuran dinding dan lantai kandang, menggati litter atau alas lantai yang lama dengan yang baru.

Selain itu lakukan penyemprotan kandang dengan formalin, tujuannya untuk membunuh virus atau bibit-bibit penyakit, kemudian kosongkan kandang minimal 10 hari, sebelum memulai memasukkan bibit ayam yang baru lagi.

Demikianlah cara ternak ayam potong yang baik dan benar untuk pemula yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat dan sukses. TERIMA KASIH.

(Visited 1.688 times, 8 visits today)

2 thoughts on “Ikuti Cara Ini Agar Sukses Beternak Ayam Potong Untuk Pemula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *