Langkah-langkah yang Tepat Budidaya Belut Kolam Terpal Agar Sukses

Diposting pada

budidaya belut kolam terpal

Belut adalah termasuk dari golongan keluarga ikan, tetapi belut mempunyai kelebihan, yaitu bisa bertahan hidup walaupun dengan kondisi air yang sedikit.

Media hidup belut juga berbeda dengan ikan yaitu belut membutuhkan lumpur sebagai tempat bersembunyi dan berkembang biak, sedangkan ikan hanya butuh air yang bersih.

Manajemen budidaya belut pada kolam terpal hampir sama dengan manajemen budidaya belut media drum, perbedaannya terletak pada persiapan kolamnya saja.

Adapun keuntungan ternak belut pada kolam terpal adalah; Biaya pembuatan kolam lebih murah dibandingkan dengan pembelian drum, ukuran kolam bisa dibuat sesuai selera, atau bisa disesuaikan dengan lahan yang ada.

Berikut ini adalah cara ternak belut pada kolam terpal untuk pemula agar sukses.

Baca disini: Artikel atau pembahasan yang anda cari

Langkah-langkah budidaya belut kolam terpal

1. Persiapan kolam

Persiapan kolam terpal untuk budidaya belut berbeda dengan persiapan kolam untuk budidaya ikan, yaitu karena media budidaya belut membutuhkan tanah dan lumpur sebagai tempat hidup, jadi kolam terpal harus diberi penyangga yang kuat agar kolam tidak jebol.

Sudah sama-sama kita ketahui bahwa belut sering mengeluarkan lendir sebagai alat melindungi diri serta untuk bertahan hidup, apabila lendir yang dikeluarkan dalam jumlah banyak dan menumpuk, maka akan dapat merusak kualitas air.

Sehingga kolam terpal haruslah dibuat kerucut bagian bawahnya dengan lobang pembuangan ditengah, untuk memudahkan pembuangan air saat menggantinya.

2. Media hidup belut

Cara membuat media pembesaran belut pada kolam terpal sama dengan cara ternak belut dengan media drum seperti berikut.

Cara membuat media pembesaran belut kolam terpal

budidaya belut kolam terpal

– Susunan pertama adalah gedebog pisang setebal 5 cm,
– Kemudian jerami padi setebal 5 cm,
– Dan gedebog pisang 5 cm lagi,
– Tambahkan pupuk kompos 15 cm,
– Dan lapisan terakhir adalah lumpur sawah sekitar 10 cm,
– Jangan lupa siram mikroorganisme starter secukupnya,
– Kemudian rendam dengan air bersih setinggi 5-10 cm diatas permukaan bahan-bahan tersebut,
– Tunggu sekitar 20-30 hari agar media matang/terfermentasi.

Yang perlu diperhatikan adalah media harus benar-benar matang sebelum bibit ditebar, apabila proses pematangan media masih berjalan, sebaiknya bibit jangan ditebar terlebih dulu, karena dapat mengganggu pertumbuhan belut, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Usahakan kolam terpal tidak bocor, agar media tidak kering yang akhirnya dapat mengancam kehidupan belut nantinya.

3. Penebaran bibit

Bibit belut yang akan ditebar biasanya memiliki ukuran sekitar 12-15 cm, dengan padat tebar yaitu sebanyak 25 ekor/m2, atau sekitar 1-1,5 kg/m2.

Bibit yang akan ditebar sebaiknya dalam kondisi sehat, tidak luka/lecet, dan memiliki ukuran yang sama, agar bisa dipanen secara bersamaan.

Pada saat melepaskan bibit sebaiknya pelan-pelan dan sedikit demi sedikit, agar bibit belut tidak stress, dan biarkan belut membuat lubang sendiri.

Waktu yang tepat untuk menebar bibit adalah pada saat sore hari atau pagi hari sebelum jam 8 pagi, agar belut tidak lansung terkena sinar matahari dan dapat istirahat untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

4. Pemberian pakan

Media tanah/lumpur merupakan sumber makanan alami untuk belut, yaitu seperti cacing, dan jentik nyamuk, sedangkan untuk pakan tambahan bisa diberikan pada sore hari, karena belut biasanya makan pada saat petang.

Atau bisa juga pakan dipersiapkan beberapa hari sebelum bibit ditebar, yaitu caranya adalah memasukkan bekicot, keong, atau binatang mati lainnya yang sudah direbus terlebih dahulu, agar makanan dapat terurai dan tercampur dengan media pembesaran belut.

Belut juga bisa diberikan makanan hidup seperti kecebong, ikan kecil, dan cacing, namun harus diperhatikan ketinggian air.

Air yang terlalu tinggi akan membuat belut kesulitan untuk menangkap makanan.

Binatang yang mati juga bisa dijadikan pakan alternative belut, yang terpenting harus direbus terlebih dulu agar dapat bertahan lama dan tidak menimbulkan bau busuk.

5. Masa panen

Belut yang ditebar seperti ukuran diatas yaitu sekitar 12-15 cm, biasanya sudah bisa dipanen sekitar 3-4 bulan setelah penebaran bibit, dan sebagai belut konsumsi dengan ukuran panjang sekitar 30-50 cm atau 3-5 ekor/kg.

Itulah langkah-langkah mudah budidaya belut dengan media kolam terpal untuk pemula, semoga bisa membantu anda yang berminat untuk budidaya belut.

Mari Belajar Beternak, TERIMA KASIH.

(Visited 571 times, 4 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *